Apa Yang Dapat Di Pelajari Qatar Menjadi Tuan Rumah Piala Dunia 2022

Aspek masih berubah. Latihan jasmani yaitu kendaraan metamorfosis yang Giat. Dan salah satu turutan paling baik dari fenomena ini merupakan Qatar, yang kaya di jurusan cepat modernisasi dan transisi sejak menggondol hak untuk menjadi tuan rumah Piala Bagian Situs Bola Terpercaya 2022. Ini ialah pertama kalinya acara sport besar dengan proporsi ini diselenggarakan di konstituen bidang ini.

Qatar telah melakukannya sejak lama. Risikonya perjuangannya yang berlarut-larut melaksanakan Buatan. Setiap olahragawan dapat menjamin ini; tidak ada yang berhasil seperti Keberhasilan. Qatar Sontak mengorbitkan beliau ke aspek sport seandainya bintang yang bersinar. Semua keberatan seperti Peraturan perburuhan yang regresif, tulisan hak asasi insan yang buruk, pembatasan kemerdekaan berembuk dan kurangnya budaya latihan jasmani terpadu — semua poin ini, sebagai individu dan kolektif — cukup untuk melibas klaim Qatar apabila tuan rumah Piala Dunia.

Ada serta perdebatan yang mengamuk tentang bagaimana Qatar menahan prasaran Termuat. Tapi Qatar pro prasaran terbuka dari semua ganjalan ini. Bahwa Qatar pro ajuan itu, menurut saya, sangat bersejarah.

Seluruh daerah kaya dalam mode Perubahan, seperti ular yang mengelaborasikan kulit lamanya dan tampak dengan kulit baru. Saya kaya di Qatar awal tahun ini dan peralihan — dan ketangkasan peralihan itu — membuntukan borong menginspirasi.

Diperkirakan lebih dari $250 miliar dapat dihabiskan untuk mengarang Piala Jurusan. Gelanggang dan medan baru dapat datang, infrastruktur biasa pertengahan dimaksimalkan berlipat ganda; hotel, kereta api, bandara, dan jalan raya dengan cepat merombak negara ini. Satu orang tidak dapat menasyrihkan diri dari perasaan bahwa perubahan-perubahan ini adalah lambang dari ambisi satu buah negara kecil untuk menjadi besar dalam kebersamaan bangsa-bangsa.

Pembangunan dan keseimbangan bersahabat lewat sport serta adalah visi Pertama Menteri Narendra Modi. India kudu banyak belajar dari pengalaman Qatar. Semisal Bayang-bayang, bakal ada tujuh kota tuan rumah — Al-Daayen, Al-Khor, Al-Rayyan, Al-Shamal, Al-Wakrah, Doha, dan Umm Slal — di mana 12 gelanggang usil baru dapat hadir dengan isi Jalan berlawanan minimal 43.000. Dan hal uniknya yaitu bahwa anggota dari gelanggang ini dapat dibongkar pernah acara dan diangkut ke negara-negara kurang meningkat yang lain untuk membagi menggelar infrastruktur latihan jasmani dan memerosokkan orang-orang untuk bermain.

Qatar, sambil menyebabkan keanehan sesungguhnya estat, bakal tetap siuman dapat konsekuensi Jajahan. Seputar besar infrastruktur sport yang tinggal dibangun yakni tanpa emisi karbon dan teratasi iklim.

Kemenangan Qatar tidak terbatas pada kecuali menyebelahi ajuan untuk menjadi tuan rumah Piala Jurusan, melainkan komitmennya untuk memodernisasi dan menanjakkan ekonominya. Acara se gede ini bukan melainkan tentang mempersiapkan infrastruktur latihan jasmani yang digunakan dalam kerangka waktu yang ditentukan, malahan penekanannya pula pada pembentangan dan internalisasi budaya sport yang berkukuh lama di dua setengah juta warga Qatar. Untuk dapat melaksanakan itu, Qatar khatam membikin hampir 100 acara setiap tahun di berbagai hukum Sport. Piala Bagian bukanlah akhir, walaupun alat untuk menggapai tujuan.

Hari lalu, Kepala Eksekutif Qatar Financial Center (QFC) Yousuf Mohamed al-Jaida, merenjeng lidah di London, menjelajahkan Visi Nasional 2030 di mana investasi dalam latihan jasmani bakal menjadi komponen bulat dari strategi multi-segi untuk memercayakan bahwa pembangunan ekonomi berbagai macam dan Membenang. Ada reformasi ketenagakerjaan yang luas untuk membuatkan Qatar menjadi maksud investasi canggung yang patut ditiru. Ada tindakan untuk menumpat sistem Kafala yang mencaring hukum perburuhan umum dengan memautkan satu orang buruh ke majikan dengan cara yang hampir “seperti budak”. Penguasaan Qatar serta telah mengeja kesediaannya untuk memperkenalkan Ketetapan tentang upah minimum.

Di bawah kepemimpinan muda dan dinamis Hassan Al Thawadi, Sekretaris Jenderal Komite Luhur untuk Pengiriman & Berlaba Qatar, sport ialah katalis dalam pembangunan bersahabat dan ekonomi kawasan. Dalam pidatonya baru-baru ini di PBB, Thawadi Mengujarkan: “Acara seperti ini (Piala Jurusan) dapat mempersuatukan miliaran orang dari setiap sudut Aspek. Mereka dapat berfungsi untuk mempersingkat dan Memberikan inspirasi. ketangkasan yang tidak dapat ditandingi oleh beberapa akal lain. Latihan jasmani di lengkapi dengan cara tersendiri untuk memainkan peran perlu dalam berhasil tujuan-tujuan ini.